Wednesday, November 28, 2012

Konstruksi Dan Cara Kerja Damper Pada Torqueflow Transmisi

Sahabat teknisi, melanjutkan pembahasan pada posting sebelumnya, kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang bagaimana konstruksi dan cara kerja dari damper itu sendiri.  Ada dua macam damper yang digunakan di Komatsu, untuk meredam getaran tersebut, yaitu :

1. Spring Damper
Damper ini menggunakan torsion spring untuk meredam getaran, dimana disc diikatkan pada flywheel sehingga begitu engine hidup damper disc langsung berputar, Berputarnya damper disc ini akan menarik torsion spring, kemudian torsion spring akan membawa friction plate berputar sehingga
splined hub juga ikut berputar memutarkan out put shaft. Unit yang memakai damper tipe ini, seperti D 21, D31, D41.



2. Rubber Damper
Konstruksi seperti terlihat pada gambar dibawah, dimana outer body diikatkan ke flywheel. Shaft output terpasang pada inner body (splined) sedangkan antara outer body dan inner body dipasang rubber cushion.


Tenaga engine dipindah ke flywheel dan outer body (6), kemudian rubber cushion (7) meredam getaran engine. Tenaga engine kemudian diteruskan melalui inner body (8) ke output shaft (2). Dari sini, tenaga engine diteruskan melalui coupling ke torque converter. Damper tipe ini dipakai pada unit WA 500, WA 800, HD 325 , HD 785, D 375A-2 dan sebagainya.


Sunday, November 25, 2012

Prinsip Kerja Damper Pada Torqueflow Transmisi

Damper dipasang pada flywheel engine untuk menaikkan kehandalan dan ketahanan (reliability and durability) dari komponen-komponen power train, yaitu dengan menyerap getaran - getaran puntir ( twisting vibration ) yang disebabkan karena adanya perubahan torque engine pada saat akselerasi / deselerasi atau pada saat operasi dengan beban berat. Getaran tersebut harus dihilangkan atau setidak-tidaknya dikurangi, sehingga getaran tidak diteruskan ke power train clan umur komponen powertrain bisa lebih lama.

Prinsip Kerja
Adapun prinsip kerja damper dapat dijelaskan sebagai berikut :
Jika sebuah beban digantung pada ujung spring (seperti terlihat pada gambar dibawah), kemudian apabila beban ditarik kebawah dan kemudian dilepas, beban akan bergerak naik turun secara cepat. Gerakan naik turun dari beban akan sulit untuk berhenti atau bisa digambarkan grafik dibawah.


Tetapi, jika sebuah spring dipasang lagi pada beban tersebut clan diikatkan pada dinding (seperti terlihat pada gambar dibawah), getaran yang terjadi dapat dikurangi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered by Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More