Wednesday, October 19, 2011

Sifat dan Karakteristik Oli Hidrolik


Suatu fluida adalah bahan yang bisa mengalir dan bila dimasukkan ke dalam suatu tempat/ wadah akan berbentuk seperti tempat/ wadah tersebut. Fluida mempunyai gaya namun tidak mempunyai bentuk tertentu.Benda yang disebut fluida bisa berbentuk cairan atau gas.
Bila fluida dianggap tidak bisa dipampatkan,fluida tersebut digolongkan sebagai cairan yaitu air,fluida hidrolik atau oli hidrolik, oli transmisi otomatis, fluida rem.


Bila fluida dianggap bisa dipampatkan, fluida tersebut digolongkan sebagai gas,yaitu udara atmosfir, udara yang dipadatkan, acetylene.
Fluida hidrolik adalah darah kehidupan sistem hidrolik maka bila perawatan fluida dilakukan secara tidak benar atau tidak baik akan merusak sistem tersebut.Kebanyakan fluida hidrolik berbahan  baku minyak bumi yang diproses sampai menjadi sangat halus. Kemudian unsur – unsur yang di sebut bahan tambahan (additives) tersebut mengontrol kekentalan oli (viscocity) mengurangi proses berbuih, mencegah karat dan mengurangi terjadinya karat.

Viscocity  
Viscosity atau kekentalan adalah ukuran ketahanan (resistance) fluida untuk mengalir. Minyak bumi cenderung menjadi encer apabila terjadi kenaikan temperature (panas) dan cenderung mengental apabila temperature menurun.(dingin). Bila viscositas terlalu rendah ( terlalu encer) fluida akan bisa menerobos melewati seal atau sambungan – sambungan (Connection). Apabila viscositas fluida terlalu tinggi (terlalu kental) maka akan mengakibatkan operasi tersendat - sendat.

Indeks Viscosity 
Indeks viscosity adalah ukuran untuk perubahan fluida dalam viscositas sehubungan dengan perubahan temperature. Bahan additive yang disebut Viscosity index improper ditambahkan kedalam fluida supaya viscositas yang sesuai selalu dipertahankan secara konstan pada segala kondisi temperature.

Tekanan Ektrim
Fluida/ oli hidrolik mengandung bahan additive tekanan ekstrim ( extrem pressure additive) yang berguna untuk menjamin terjadinya pelumasan komponen – komponen secara baik pada saat mengalami tekanan dan temperature yang sangat tinggi, additive tersebut mengurangi efek gesekan dan melindungi alat dari kerusakan akibat penerimaan beban yang berlebihan (galling), lecet  (scoring) kemacetan (seizure) dan keausan (wear)


Anti Oksidasi dan Keropos
Pada tahap tertentu semua oli bercampur dengan oksigen dari udara. Oksigen yang berlebih akan mengubah komposisi kimia fluida dan membentuk asam dan timbunan yang merugikan. Untuk mengatasi masalah ini, fluida/ oli di beri bahan tambahan (additive) yang di sebut additive anti oksidasi.

Anti Foaming
Gerakan sistem hidrolik yang benar adalah berdasarkan fakta bahwa fluida/ oli pada dasarnya tidak bisa di pampatkan. Apabila fluida/oli bercampur dengan udara atau foam (buih) akan mengakibatkan oli hidrolik bisa terkompresi sehingga terjadi gangguan gelembung udara di dalam oil ( berbusa), hal demikian bisa mengakibatkan ganguan operasi dan kerusakan parah pada komponen karena kekurangan pelumasan. Bahan additive anti buih (anti foaming additive) di tambahkan kedalam fluida/ oli hidrolik untuk mencegah terjadinya gelembung – gelembung udara dan untuk mengurangi proses foaming ( terjadinya oli berbusa).

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered by Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More