Tuesday, December 20, 2011

Konstruksi Dan Cara Kerja Safety Relay Semiconductor Type

Masih pada pembahasan safety relay, kemarin saya telah share tentang safety relay yang dipakai pada jaman dahulu. Dimana bisa kita lihat bahwa safety relay old model konstruksinya masih sangat besar, karena didalamnya masih banyak terdapat kontaktor-kontaktor manual. Oleh karena itu, safety relay jenis old model ini sudah banyak ditinggalkan, kemudian beralih pada type yang lebih ringkas yaitu type semiconductor.

Konstruksi safety relay type semiconductor bisa dilihat pada gambar di bawah

Prinsip kerja safety relay semiconductor type dapat kita jelaskan sebagai berikut


- Menghidupkan engine
Saat starting switch diposisikan START , maka jalannya arus adalah

S - R4 - base Q2 - E sehingga Q2 menjadi ON, 
maka jalannya arus akan menjadi
ê 
S - L - colector Q2 - E sehingga L menjadi magnet
ê 
T akan tertutup, sehingga B dan C terhubung dan motor bekerja

- Setelah engine hidup, starting switch diposisikan START
Pada keadaan ini alternator sudah mulai mengahasilkan arus listrik, maka keadaannya menjadi 

R - R1 - Z - D2 - base Q1 - E sehingga Q1 ON jadi
ê 
arus yang dari S - R4 - base Q2 digroundkan 
sehingga base Q2 terhubung dengan E
ê 
Q2 menjadi OFF, sehingga T menjadi terbuka dan starting motor tidak bekerja

R2 dan C1 digunakan sebagai pengaman agar arus yang ke starting motor tidak segera terputus ketika alternator sudah mulai bekerja menghasilkan arus listrik.

Sedangkan Zener disini berfungsi untuk mencegah transistor Q1 ON sebelum tegangan yang dihasilkan alternator sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered by Blogger.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More